
Warga dilaporkan mengantre sejak malam hari. Pemkab Buleleng juga memprioritaskan BBM untuk ambulans, damkar, dan kendaraan pelayanan publik.
SINGARAJA, PELANGIDEWATA – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Buleleng mendorong pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi di bidang kesehatan. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menginstruksikan puskesmas di sekitar SPBU untuk menyiagakan ambulans dan petugas medis guna memberikan pertolongan apabila warga mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan saat mengantre.
Kebijakan tersebut diberlakukan pada Kamis (15/10) dengan melibatkan armada Buleleng Emergency Service (BES). Pemantauan dilakukan di tengah laporan antrean yang berlangsung selama berjam-jam, bahkan sejak malam hari, akibat keterlambatan pasokan BBM ke sejumlah SPBU.
Sutjidra mengatakan, pemerintah daerah tidak ingin kondisi antrean berujung pada kejadian yang membahayakan kesehatan masyarakat. Ia mengaku mencermati laporan dari sejumlah daerah mengenai warga yang mengalami kelelahan hingga kehilangan kesadaran saat menunggu giliran pengisian BBM.
“Banyak berita di daerah lain, masyarakat antre BBM mengalami kelelahan, ada yang pingsan sampai kejang. Saya pribadi tidak mengharapkan demikian, tapi untuk mengantisipasi, tadi pagi saya instruksikan puskesmas-puskesmas yang ada SPBU untuk memantau dengan ambulans,” ujarnya.
Sebanyak 20 puskesmas di Buleleng disiapkan untuk mendukung pemantauan pada 21 SPBU. Pola penempatan armada disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, yakni bersiaga langsung di lokasi tertentu atau melakukan patroli dan merespons panggilan apabila terdapat warga yang membutuhkan pertolongan.
Menurut Sutjidra, kesiapsiagaan tersebut penting agar pelayanan kesehatan tetap dapat menjangkau masyarakat di tengah situasi antrean yang tidak biasa. Ia menekankan, pemerintah daerah berupaya mengantisipasi dampak yang mungkin muncul selama proses distribusi BBM kembali berjalan normal.
“Kami tidak bisa memungkiri, masyarakat dari malam sudah mulai antre. Ada kendaraan yang diparkir, ada yang nginep,” ungkapnya, menggambarkan kondisi warga yang berusaha mendapatkan BBM.
BACA JUGA
Bupati Sutjidra Siapkan Nakes dan Ambulans, Antisipasi Dampak Antrian BBM
Sutjidra menjelaskan, perjalanan mobil tangki dari depo Manggis dan Pesanggaran menuju Buleleng membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima jam. Pasokan kemudian masuk secara bertahap sejak dini hari. Pada Kamis pagi sekitar pukul 04.00 WITA, sebanyak 34.000 liter BBM dilaporkan telah tiba di Buleleng dan sejumlah SPBU mulai melayani masyarakat.
Selain mengantisipasi gangguan kesehatan, Pemkab Buleleng mengambil langkah untuk menjaga agar pelayanan dasar kepada masyarakat tidak terganggu. Kendaraan operasional rumah sakit, ambulans, pemadam kebakaran, truk pengangkut sampah DLH, Satpol PP, dan Dishub menjadi prioritas dalam pengisian BBM.
“Kalau operasional rumah sakit, ambulans, damkar, dan LH berhenti karena tidak ada bensin, penanganan darurat dan pengangkutan sampah bisa lumpuh. Jadi ini kami prioritaskan,” tegas Sutjidra.
Ia menilai, ketersediaan BBM bagi armada pelayanan publik harus dijaga karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Penanganan kedaruratan, pelayanan kesehatan, dan pengangkutan sampah tetap harus berjalan meskipun distribusi BBM sedang menghadapi hambatan.
Adapun keluhan mengenai proses pemindaian QR Code di SPBU, yang dianggap menambah waktu pelayanan, menurut Sutjidra berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat. Untuk membantu mengurangi kepadatan kendaraan, Pemkab Buleleng mendukung usulan penerapan WFH bagi ASN selama dua hingga tiga hari ke depan agar mobilitas kendaraan dapat ditekan dan distribusi BBM lebih leluasa.
Sutjidra juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing kepanikan dengan membeli BBM melebihi kebutuhan. Ia menyatakan bahwa pasokan tersedia, tetapi memerlukan waktu untuk didistribusikan ke seluruh wilayah.
“Stok BBM itu ada, tetapi memang butuh waktu untuk pendistribusiannya. Kami minta masyarakat tetap tenang dan bersabar, pemerintah terus berupaya maksimal menyelesaikan kendala distribusi ini,” tutupnya.