Pembukaan “Gerokgak Festival” yang berlangsung pada Jumat (10/4) di Desa Sanggalangit
SINGARAJA, PELANGIDEWATA,- Setelah sempat vakum selama beberapa tahun, Pemerintah Kabupaten Buleleng di bawah kepemimpinan Bupati I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna kembali menggulirkan festival tingkat kecamatan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menghidupkan kembali geliat seni budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pembukaan “Gerokgak Festival” yang berlangsung pada Jumat (10/4) di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, menjadi penanda dimulainya rangkaian festival di seluruh kecamatan di Kabupaten Buleleng.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Sejak sore hari, warga sudah memadati lokasi acara untuk menikmati berbagai pertunjukan seni tradisional yang disuguhkan. Tak hanya itu, kehadiran stan UMKM dengan beragam produk lokal turut meramaikan suasana dan menarik minat pengunjung.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival ini menjadi jawaban atas kerinduan masyarakat yang telah lama menanti. Ia juga menilai tingginya antusiasme warga sebagai bukti bahwa kegiatan ini memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.
Menurutnya, festival kecamatan bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk mengekspresikan dan melestarikan budaya lokal. Setiap kecamatan diberi ruang untuk menampilkan keunikan tradisi, seni, dan adat istiadatnya, sehingga identitas daerah tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
Selain itu, keberadaan pelaku UMKM dalam festival ini dinilai sangat strategis dalam menggerakkan roda perekonomian. Produk-produk yang dipamerkan mencerminkan kreativitas serta inovasi masyarakat lokal yang terus berkembang.
Kecamatan Gerokgak sendiri disebut memiliki potensi besar, baik di sektor budaya maupun ekonomi kreatif. Melalui festival ini, potensi tersebut diperkenalkan lebih luas sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
Di akhir, Bupati Sutjidra mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara, mulai dari panitia, pemerintah kecamatan dan desa, hingga masyarakat. Ia berharap festival kecamatan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai agenda tahunan yang semakin inovatif, namun tetap berakar pada kearifan lokal serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat Buleleng. (ard)