Duet Merah Putih finis dengan waktu 15,3 detik di World Climbing Series 2026. Evaluasi fokus dan konsistensi latihan menjadi perhatian untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
CHONGQING, PELANGIDEWATA – Atlet panjat tebing putri Indonesia, Raji’ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih, berhasil menempati posisi kedua pada nomor speed relay putri World Climbing Series Chongqing 2026, Minggu (20/9/2026). Hasil tersebut memastikan medali perak bagi Indonesia setelah keduanya berhadapan dengan pasangan tuan rumah, Tiongkok, di partai final.
Duet Indonesia mencatatkan waktu keseluruhan 15,3 detik dalam perlombaan yang berlangsung di Chongqing. Meski belum mampu merebut emas, pencapaian ini menambah hasil positif bagi kontingen panjat tebing Indonesia di ajang internasional tersebut.
Raji’ah Sallsabillah, yang akrab disapa Billah, mengaku bersyukur atas medali yang berhasil diraih. Ia menyampaikan bahwa dirinya siap dipasangkan dengan atlet mana pun dalam nomor estafet, karena menurutnya setiap pasangan memiliki kesempatan untuk meraih hasil maksimal apabila mampu tampil optimal.
Kesiapan beradaptasi dengan pasangan menjadi salah satu hal yang disoroti Billah dalam nomor speed relay. Ia menekankan pentingnya memberikan kemampuan terbaik saat bertanding, terlepas dari siapa atlet yang mendampinginya.
Sementara itu, Kadek Adi Asih menyebut kedisiplinan menjalankan program latihan dari pelatih menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian mereka. Kendati demikian, ia mengakui masih perlu meningkatkan kualitas pemanjatan, terutama dalam menjaga konsentrasi selama pertandingan.
“Kalau saya, yang harus ditingkatkan lagi mungkin fokus saat pemanjatan agar pikiran saya tidak ke mana-mana saat memanjat, serta harus lebih konsisten lagi dalam latihan,” kata Kadek.
Wakil Tiongkok Unggul di Partai Puncak
Pada laga penentuan medali emas, Raji’ah dan Kadek menghadapi Jingyue Fan serta Shaoqin Zhang dari Tiongkok. Kadek membukukan waktu 6,7 detik, sedangkan Raji’ah mencatatkan 8,6 detik. Kombinasi kedua catatan tersebut menghasilkan waktu total 15,3 detik bagi Indonesia.
Pasangan tuan rumah berhasil menyelesaikan perlombaan lebih cepat dengan total waktu 12,97 detik. Fan mencatatkan 6,43 detik, sementara Zhang membukukan 6,54 detik, sekaligus memastikan kemenangan bagi Tiongkok.
Persaingan kedua pasangan berlangsung ketat. Namun, Indonesia sempat kehilangan momentum setelah Billah yang bertugas sebagai pemanjat kedua mengalami terpeleset. Situasi tersebut berdampak pada upaya pasangan Merah Putih mengejar catatan waktu lawan.
Adapun medali perunggu nomor speed relay putri diraih pasangan Italia, Giulla Randi dan Beatrice Colli. Mereka berhasil mengalahkan wakil Prancis, Louise Fountaine dan Capucine Viglione, dalam perebutan posisi ketiga.
Tim Speed Relay Putra Gagal Melaju ke Semifinal
Indonesia juga menurunkan Antasyafi Robby Al Hilmi dan Raharjati Nursamsa pada nomor speed relay putra. Namun, perjuangan keduanya harus berakhir di babak perempat final sehingga belum berhasil masuk ke perebutan medali.
Pada nomor tersebut, Ukraina keluar sebagai peraih emas, diikuti Amerika Serikat dengan medali perak dan Tiongkok yang menempati posisi ketiga.
Selain nomor estafet, atlet Indonesia turut berkompetisi pada nomor speed individu putra, speed individu putri, dan speed relay campuran. Akan tetapi, belum ada tambahan medali yang berhasil diperoleh dari nomor-nomor tersebut.
Jadikan Pengalaman Internasional sebagai Bahan Evaluasi
Medali perak yang diraih Raji’ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih menjadi hasil penting sekaligus bahan evaluasi bagi peningkatan performa atlet. Pengalaman menghadapi lawan dari berbagai negara dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk memperbaiki teknik, konsistensi, dan kesiapan bertanding.
Kadek menilai fokus saat melakukan pemanjatan dan kedisiplinan dalam berlatih masih perlu terus ditingkatkan. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pencapaian di podium bukanlah akhir dari proses, melainkan bagian dari perjalanan atlet untuk mengembangkan kemampuan.
Dengan menjadikan hasil di Chongqing sebagai bahan pembenahan, atlet panjat tebing Indonesia diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas penampilan dan mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan internasional berikutnya.