Wabup Supriatna dorong kolaborasi akademik dan masyarakat untuk mengembangkan keunggulan desa, sementara kampus tekankan pengabdian sesuai kompetensi mahasiswa.
SINGARAJA, PELANGIDEWATA – Desa memiliki potensi, karakter, dan kearifan lokal yang dapat menjadi kekuatan dalam pembangunan. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah desa, dan masyarakat.
Harapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan KKN Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja Tahun 2026 yang mengusung tema “Akselerasi KKN Berdampak melalui Pemuliaan Desa Kerti Bali Sejahtera Berlandaskan Tri Hita Karana”.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menyampaikan bahwa KKN dapat menjadi momentum bagi masyarakat dan pemerintah desa untuk mempercepat pembangunan melalui pemanfaatan potensi lokal. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan perspektif akademik dalam memahami berbagai peluang dan kebutuhan pembangunan desa.
Menurutnya, pembangunan berbasis desa memberikan ruang bagi pengembangan budaya, pelestarian kearifan lokal, serta penguatan berbagai karakteristik dan keunggulan yang dimiliki setiap desa.
Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang mengatur kewenangan desa dalam mengurus rumah tangganya sendiri.
“Bersama seluruh komponen desa, mahasiswa KKN dapat berperan dalam menggali dan mengembangkan potensi desa untuk mewujudkan tujuan pembangunan desa. Dengan pendekatan akademik dan ilmiah, mahasiswa dapat masuk pada ruang-ruang desa yang unik dan khas, serta belajar bersama secara langsung dalam kehidupan masyarakat desa,” jelas Supriatna.
Ia berharap proses pengabdian tersebut tidak hanya menjadi pengalaman bagi mahasiswa, tetapi juga membuka peluang bagi desa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki secara lebih terarah. Sinergi dengan masyarakat menjadi penting agar program yang dijalankan dapat selaras dengan kondisi dan kebutuhan setempat.
Dari sisi perguruan tinggi, Ketua Panitia KKN IAHN Mpu Kuturan Tahun 2026, Bayu Anggara, S.H., M.H., menjelaskan bahwa tema KKN tahun ini dirancang untuk mendorong pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan, menggali potensi desa, memahami kebutuhan masyarakat, serta membangun kolaborasi berdasarkan nilai Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan sebagai bagian dari Tri Hita Karana.
Sementara itu, Wakil Rektor III IAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dr. I Nyoman Miarta Putra, M.Ag., mengingatkan agar mahasiswa menjalankan pengabdian dengan kerendahan hati dan ketulusan. Ia juga menekankan pentingnya penerapan Tri Kaya Parisudha dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.
Miarta Putra berharap mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan yang bersifat administratif atau fisik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi berdasarkan kompetensi dan bidang keilmuan masing-masing.
“Harapan kami, adik-adik dapat mengabdi sesuai dengan program studi dan bidang keilmuan masing-masing. Datanglah dengan program-program yang baik, bangun hubungan yang baik dengan masyarakat, dan pulanglah dengan meninggalkan manfaat,” pesannya.
Dengan mengedepankan kolaborasi, pendekatan ilmiah, dan penghormatan terhadap kearifan lokal, pelaksanaan KKN IAHN Mpu Kuturan Tahun 2026 diharapkan menjadi ruang pertemuan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan nyata masyarakat desa.
KKN tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan akademik mahasiswa, tetapi juga kesempatan untuk bersama-sama mengembangkan potensi desa dan memperkuat pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai lokal. (ard)