Gianyar – Ketua PUSPA Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menegaskan pentingnya peran bersama dalam mencegah perkawinan anak saat memberikan sambutan pada kegiatan Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sukawati, Gianyar, Rabu (1/4).
Dalam sambutannya, Ny. Seniasih Giri Prasta menyampaikan bahwa perkawinan anak masih menjadi tantangan serius di masyarakat karena berdampak luas terhadap kesehatan, pendidikan, serta masa depan anak. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk memberikan perlindungan serta edukasi yang berkelanjutan kepada generasi muda.
Ia juga menekankan bahwa perkawinan anak merupakan pernikahan yang terjadi di bawah usia 18 tahun dan berpotensi melanggar hak-hak anak. Berbagai faktor seperti kondisi ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, tekanan sosial, hingga kehamilan tidak direncanakan menjadi penyebab utama terjadinya perkawinan anak.
Lebih lanjut disampaikan, dampak dari perkawinan anak sangat kompleks, mulai dari risiko kesehatan, putus sekolah, hingga potensi terjadinya kekerasan dalam rumah tangga dan berlanjut pada siklus kemiskinan. Untuk itu, upaya pencegahan perlu dilakukan secara menyeluruh melalui edukasi, peningkatan akses pendidikan, serta penguatan ekonomi keluarga.
Dalam kegiatan ini juga dihadirkan narasumber dr. Agus Putu Agung yang memaparkan pentingnya usia ideal pernikahan sebagai faktor utama dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas. Ia juga mengungkapkan kondisi kesehatan anak usia sekolah, di mana 42,9% anak mengonsumsi makanan manis secara berlebihan serta terdapat perilaku berisiko seperti merokok pada anak usia 10–14 tahun sebesar 1,2%.
Sementara itu, dr. drg. Ida Ayu Maharatni dari Yayasan Satwe Sukinah Bhawantu menyoroti pentingnya konseling pra-perkawinan sebagai fondasi dalam membangun keluarga yang harmonis. Konseling ini dinilai mampu memberikan kesiapan mental, pemahaman peran, serta tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran generasi muda semakin meningkat untuk menunda pernikahan hingga usia yang ideal, serta bersama-sama mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.