BULELENG – Musibah banjir bandang yang terjadi di wilayah Kecamatan Banjar, Buleleng pada 6 Maret lalu masih menyisakan duka. Tidak hanya memakan korban jiwa, namun menghanyutkan sejumlah harta benda para warga.
Sebagai bentuk rasa empati, Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta didampingi oleh Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Buleleng, Ny. Hermawati Supriatna mengunjungi korban banjir yang terletak di Dusun Baingin, Desa Dencarik. Korban banjir kehilangan sepeda motor, sepeda gayung dan sejumlah pakaian sekolah anak-anaknya.
Pasangan suami-istri Ni Wayan Sukerni (47) dan Kadek Suarnawa (39) mengatakan bahwa saat itu wilayahnya turun hujan kurang lebih 2 jam. Namun tiada diketahui air bah datang dan menerjang tempat tinggalnya, menghanyutkan sejumlah harta benda yang dimilikinya, beruntung tidak ada korban jiwa. Pasangan ini memiliki tiga (3) orang anak, yakni Gede Pasek sedana yasa 5 SD, Made lindayani 2 SD dan Komang Dika suartawan, 6,5 tahun.
Pada kesempatan ini, Ketua BKOW Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta menguatkan para korban. “Kita sama-sama harus kuat agar dapat meneruskan perjuangan ke depan. Namun, kemurkaan semesta akibat lingkungan yang kotor menyebabkan air mudah meluap karena terjadi sumbatan pada gorong – gorong. Maka dari itu, kita bersihkan lingkungan dari sampah, jangan lagi ada sampah yang menumpuk dan terbuang disembarang tempat”, pesannya pada warga korban banjir.
Ditambahkannya, bahwa “Bencana sama sekali tidak bisa kita hindari, namun dapat kita cegah melalui turut bersama – sama menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal kita. Mari bersama kita menjaga lingkungan yang bersih dan sehat tanpa lelah. Karena itu juga untuk diri kita sendiri.
Setelah itu, Ny. Seniasih Giri Prasta dan rombongan lanjut meninjau dan mengunjungi empat puluh lima (45) warga terdampak banjir yang terjadi di hari yang sama, di wilayah Dusun Corot, Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, Buleleng.
Di lokasi ini, pihaknya melihat dengan jelas kondisi sungai yang sempat tergerus banjir. Sungai yang airnya saat ini sudah surut tersebut, meninggalkan sisa sampah dan pohon bambu yang patah dan sudah mengering. Hal ini menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap lingkungan, menyebabkan tersumbatnya saluran air.
“Mari ibu dan bapak yang tinggal di wilayah sungai ini, kita benahi dulu cara menjaga agar aliran sungai agar tetap jernih dan bebas dari sampah. Nanti saya minta setiap warga turut bergotong royong membersihkan bantaran sungai ini, sehingga layak sebagai aliran bersih. Jika sudah bersih maka saya yakin, mereka juga akan menjaga kita. Setidaknya satu (1) keluarga menangani satu (1) pohon. Jika sudah tertata dan rapi, tentu saja akan enak dilihat, bersih, sehat dan tidak menyebabkan nyamuk berkumpul. Dengan begitu pasti akan rapi”, tegasnya lagi.
Pada kesempatan ini, Ny. Seniasih Giri Prasta menyerahkan bantuan berupa perlengkapan tidur, perlengkapan mandi dari kolaborasi dan sinergitas para anggota BKOW Provinsi Bali, serta beras masing-masing 10 Kg dan pakaian layak pakai dari GOW Kabupaten Buleleng.