Gubernur Wayan Koster melantik dan mengambil sumpah 21 pejabat administrator dan 20 pejabat pengawas di lingkungan Pemprov Bali. Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan digelar di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Senin (Soma Paing Klawu), 16 Maret 2026.
Gubernur Koster dalam sambutannya menyampaikan bahwa mutasi dan promosi pejabat merupakan hal yang biasa dan rutin dilaksanakan dalam tubuh birokrasi. “Ada yang pindah, ada yang mendapat promosi. Ini semua dilaksanakan dalam rangka mengoptimalkan kerja aparatur di lingkungan Pemprov dalam menyelenggarakan program dan kegiatan yang menjadi implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” katanya. Ia berharap, semua pejabat membaca dengan utuh dokumen Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali karena memuat arah dan kebijakan kepemimpinan Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta dalam lima tahun ke depan. “Baca dengan utuh, dalami dan hayati. Karena itu bikinnya butuh waktu, bukan semata teknokrasi tapi mengandung nilai yang sangat luhur,” imbuhnya.
Masih dalam arahannya, Gubernur Koster juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik bekerja dengan baik dan penuh tanggung jawab sesuai dengan apa yang tertuang dalam sumpah jabatan. Pejabat dan seluruh pegawai Pemprov Bali diminta bekerja secara terukur untuk menghasilkan capaian konkret. Kalau seluruh pegawai bekerja dengan target yang jelas, ia yakin banyak yang bisa diselesaikan dan Bali sudah menjadi luar biasa. “Jangan hanya datang ke kantor, duduk, becanda dan bergosip,” ungkapnya. Dalam kesempatan itu, Gubernur kelahiran Desa Sembiran ini menyinggung masih banyaknya penilaian negatif dari sejumlah pihak terkait dengan belum optimalnya pelaksanaan program Pemprov Bali.
Menutup sambutannya, Gubernur menyampaikan selamat kepada pejabat yang baru dilantik dan berpesan agar mereka mampu menjalankan tugas dengan baik, menjauhi korupsi dan menjalankan pola hidup sederhana.