SINGARAJA, PELANGIDEWATA – Semarak Panggung Gembira dan Kenaikan Kelas TK se-Kabupaten Buleleng berlangsung meriah di Gedung Sasana Budaya, Jumat (8/5/2026). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-76 IGTK-PGRI sekaligus Hari Pendidikan Nasional 2026.
Acara tersebut dihadiri ratusan siswa TK bersama guru dan orang tua. Beragam rangkaian kegiatan turut memeriahkan agenda tahunan ini, mulai dari penyerahan surat tanda tamat belajar, pemotongan tumpeng, hingga penampilan seni dan kreativitas anak-anak TK dari berbagai kecamatan di Kabupaten Buleleng.
Dalam sambutannya, Ny. Wardhany Sutjidra menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama pembentukan karakter dan kemampuan dasar anak. Menurutnya, usia 0-5 tahun merupakan masa emas atau golden age yang sangat menentukan proses tumbuh kembang anak ke depan.
Ia menyampaikan, layanan PAUD berkualitas memegang peran strategis dalam menciptakan generasi yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Untuk itu, diperlukan dukungan bersama dari pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, hingga organisasi mitra PAUD.
“Mengingat besarnya tantangan yang dihadapi, pemerintah membutuhkan dukungan semua pihak termasuk tokoh masyarakat dan organisasi Mitra PAUD,” ujarnya.
Bunda PAUD juga menilai kegiatan Panggung Gembira memiliki makna penting bagi perkembangan psikologis anak. Menurutnya, panggung tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar percaya diri, berani tampil, dan mengekspresikan bakat yang dimiliki.
“Panggung ini bukan saja tempat untuk lenggak-lenggok, tapi wadah anak-anak untuk melihat dan bagaimana bisa percaya diri. Bakat dan kreativitasnya kita lihat dalam penampilan mereka,” kata Ny. Wardhany.
Ia mengaku bangga melihat perkembangan anak-anak selama menempuh pendidikan TK. Dari proses awal adaptasi hingga akhirnya tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri, aktif, dan berani.
Selain itu, Ny. Wardhany turut menitipkan pesan kepada para guru TK agar tidak hanya fokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga lebih memperhatikan kondisi tumbuh kembang setiap anak, termasuk anak inklusi dan anak dengan kebutuhan perhatian khusus.
“Jangan sampai anak-anak TK yang sebenarnya masuk kelas inklusi, tetap kita katakan anak ini baik-baik saja. Saya melihat ada anak-anak yang begitu hiperaktif. Dia tidak mengganggu temannya, tapi dia perlu mendapat bimbingan lebih. Itu saya titipkan kepada guru-guru, tidak hanya mengajarkan, tapi tolong dilihat tumbuh kembang mereka,” pesannya.
Menurutnya, orientasi pendidikan TK seharusnya tidak terjebak pada target membaca, menulis, dan berhitung atau calistung. Anak usia dini justru perlu diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan sosial, kreativitas, komunikasi, serta keberanian berekspresi.
“Kalau pada TK belum pandai menulis, belum harus berhitung dengan baik, tapi mereka bisa menyatakan dirinya dengan baik. Artinya bisa berekspresi maupun berinovasi. Pendidikan TK bukan pandainya, tapi bisa melakukan sesuatu sesuai dengan umurnya,” tegasnya.
Pada momentum HUT ke-76 IGTK-PGRI tahun ini, organisasi tersebut mengusung tema “Guru TK Sejahtera, Pendidikan Taman Anak-anak Berkualitas sebagai Pondasi Wajib Belajar 13 Tahun.” Tema tersebut dinilai relevan dalam mendorong kualitas layanan pendidikan anak usia dini yang lebih optimal.
Ny. Wardhany menyebut kesejahteraan guru menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas dan menyenangkan bagi anak.
“Guru yang sejahtera akan mampu menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi, kreativitas dan semangat, sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Di akhir sambutan, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru TK atas dedikasi yang telah diberikan selama ini serta mengucapkan selamat kepada siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, pengurus IGTK-PGRI Kabupaten Buleleng, kepala sekolah TK, tenaga pendidik, serta para orang tua murid.