SINGARAJA, PELANGIDEWATA – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus melakukan langkah pembenahan dalam pengelolaan sampah dengan merancang sistem pengolahan berbasis sanitary landfill di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala. Sistem tersebut dirancang untuk menciptakan pengelolaan sampah yang lebih modern, aman, dan berwawasan lingkungan. Kamis (28/5)
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, kembali melakukan peninjauan langsung ke TPA Bengkala sebagai bagian dari evaluasi pengelolaan sampah di Kabupaten Buleleng, Kamis (28/5). Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan bahwa pembenahan pengelolaan TPA perlu segera dilakukan mengingat kapasitas TPA Bengkala saat ini dinilai sudah tidak lagi memadai apabila sampah terus dibuang tanpa pengelolaan yang optimal.
Selain penguatan sistem sanitary landfill, TPA Bengkala juga direncanakan menjadi pusat pengolahan sampah anorganik di Kabupaten Buleleng. Sementara itu, pengelolaan sampah organik diharapkan dapat diselesaikan sejak dari tingkat rumah tangga maupun desa.
Menurut Bupati Sutjidra, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya di tingkat TPA, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat melalui kebiasaan memilah sampah dari sumbernya masing-masing.
“Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah menjadi langkah penting dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap melalui pembenahan sistem pengelolaan sampah ini dapat tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.