
Extra dropping dilakukan di sejumlah titik pada 14–25 September 2026. Pemkab Badung memastikan stok LPG subsidi masih aman dan distribusi berjalan lancar.
BADUNG, PELANGIDEWATA – Meningkatnya kebutuhan LPG 3 kilogram (kg) di Kabupaten Badung sejak akhir Juli hingga September 2026 membuat pemerintah daerah bersama Pertamina Patra Niaga menambah pasokan ke sejumlah wilayah. Sebanyak 6.720 tabung LPG 3 kg digelontorkan melalui skema extra dropping untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
Penambahan pasokan tersebut salah satunya dilakukan di SPBU 54.803.22 Dalung dan BUPPA Desa Dalung pada Rabu (16/9). Langkah ini merupakan bagian dari penyesuaian distribusi yang dilakukan setelah pemerintah daerah bersama Pertamina dan Hiswana Migas memetakan wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan.
Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DiskopUKMP) Kabupaten Badung, I Made Wirya Santosa, mengatakan pasokan LPG 3 kg di Badung hingga kini masih dalam kondisi aman. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Sales Area Bali dan Hiswana Migas untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Kami melakukan antisipasi atas terjadinya peningkatan permintaan ini. Berdasarkan koordinasi, kuota untuk Kabupaten Badung masih aman, setara 10 juta tabung. Pendistribusiannya akan dilakukan secara bertahap,” jelas Wirya Santosa.
Ia mengatakan tambahan pasokan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar peningkatan permintaan tidak berkembang menjadi kelangkaan di tingkat masyarakat. Penyaluran disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, memastikan jalur distribusi LPG 3 kg dari Integrated Terminal Manggis hingga agen dan pangkalan berjalan tanpa hambatan.
“Distribusi tidak ada hambatan, baik itu dari Integrated Terminal Manggis hingga ke rekan-rekan agen dan pangkalan. Tidak ada hambatan distribusi apapun. Semua tabung dapat tersalurkan dengan baik,” ujar Ahad.
Meski stok disebut aman, peningkatan permintaan tetap menjadi perhatian. Data di lapangan menunjukkan kebutuhan LPG 3 kg di Badung mengalami peningkatan sejak akhir Juli hingga September 2026. Kondisi tersebut kemudian menjadi dasar dilakukan pemetaan bersama untuk menentukan titik-titik yang membutuhkan tambahan alokasi.
Dari hasil pemetaan, terdapat 24 lokasi di Kabupaten Badung yang dinilai membutuhkan penyesuaian alokasi melalui extra dropping. Penambahan pasokan dijadwalkan berlangsung secara bertahap pada 14–25 September 2026, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi pasokan di masing-masing wilayah.
Pemerintah Kabupaten Badung bersama Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas juga mengingatkan masyarakat agar memperoleh LPG 3 kg melalui pangkalan resmi. Informasi mengenai lokasi pangkalan resmi maupun program subsidi LPG 3 kg dapat diakses melalui situs Subsidi Tepat MyPertamina.
Masyarakat yang membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan pengaduan terkait LPG juga dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 melalui layanan telepon, email maupun pesan langsung di media sosial.
Dengan penambahan pasokan tersebut, pemerintah berharap kebutuhan LPG 3 kg masyarakat Badung tetap terpenuhi sekaligus mencegah terjadinya gangguan distribusi di tengah meningkatnya permintaan.