SEMARAPURA — Anggota DPRD Kabupaten Klungkung Putu Tika Winawan mendorong Pemerintah Kabupaten Klungkung membuka kesempatan yang lebih luas bagi putra-putri daerah yang selama ini berkarier di luar daerah untuk kembali dan ikut membangun tanah kelahirannya.
Menurut Tika, banyak sumber daya manusia asal Klungkung yang telah mengembangkan karier dan memperoleh pengalaman di berbagai daerah, bahkan di luar Bali. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan tambahan bagi pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan.
Ia berharap Bupati Klungkung I Made Satria dapat memberikan ruang bagi mereka untuk berkontribusi sesuai dengan kompetensi dan pengalaman yang dimiliki.
“Putra-putri daerah yang selama ini berada di luar jangan sampai kehilangan kesempatan untuk ikut membangun daerahnya. Pemerintah perlu membuka ruang agar mereka bisa kembali dan mengabdi sesuai kemampuan masing-masing,” ujar Putu Tika.
Ia menilai pengalaman yang diperoleh selama bekerja di luar Klungkung dapat membawa perspektif baru dalam pembangunan. Mereka dinilai tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga membawa jaringan, pengalaman organisasi, serta wawasan yang dapat diterapkan untuk menjawab berbagai tantangan daerah.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya manusia yang saat ini berada di dalam pemerintahan. Kolaborasi dengan putra-putri daerah yang telah memiliki pengalaman di luar juga perlu diperkuat.
“Pengalaman yang mereka dapatkan di luar Klungkung tentu menjadi modal berharga. Ketika ada kesempatan untuk kembali, pengalaman tersebut bisa dibawa pulang dan diterapkan untuk kepentingan masyarakat,” katanya.
Tika menambahkan, ruang pengabdian bagi putra daerah tidak harus selalu dalam bentuk masuk ke pemerintahan. Kontribusi dapat dilakukan melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, teknologi, pariwisata, sosial, hingga pengembangan usaha dan inovasi daerah.
Karena itu, ia mendorong Pemkab Klungkung membangun ekosistem yang membuat putra-putri daerah tertarik kembali dan mengambil bagian dalam pembangunan.
“Yang terpenting adalah bagaimana pemerintah memberikan ruang dan kesempatan. Kalau potensi itu bisa dihimpun, saya yakin akan semakin banyak gagasan dan energi baru yang bisa diberikan untuk Klungkung,” pungkasnya.
Dorongan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan sumber daya manusia asal Klungkung yang telah berkembang di berbagai wilayah, sehingga pembangunan daerah dapat ditopang oleh talenta lokal dengan pengalaman yang lebih luas.