Enam Personel Rescue Dikerahkan, Pencarian Hari Pertama Melibatkan Berbagai Unsur
SINGARAJA, PELANGIDEWATA – Operasi pencarian seorang anak yang hilang setelah terseret arus di Pantai Gerokgak, Buleleng, berlangsung hingga Kamis malam. Gede Adimas Raditya Wibawa (11), siswa kelas 5 SD asal Desa Gerokgak, belum ditemukan setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran melalui jalur laut dan darat.
Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis sore. Korban diketahui berenang bersama dua anak lainnya di Pantai Gerokgak menggunakan styrofoam. Sekitar pukul 16.30 WITA, ketiganya terseret arus menuju tengah laut.
Masyarakat yang berada di sekitar lokasi kemudian berhasil menyelamatkan dua anak. Sementara itu, korban Gede Adimas terbawa arus dan tidak lagi terlihat. Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 17.10 WITA dari anggota Polsek Gerokgak, Kadek Partha.
Korban tercatat sebagai warga Banjar Dinas Batuagung, Desa Gerokgak. Setelah memperoleh laporan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera melakukan koordinasi dengan kepolisian serta keluarga korban.
Enam personel Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng kemudian diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 17.30 WITA. Setibanya di lokasi, tim melakukan pemetaan situasi dan briefing untuk menentukan pembagian sektor pencarian.
Pencarian dilakukan dengan dua metode. Empat personel menggunakan rubber boat untuk menyisir perairan ke arah utara dari titik kejadian. Sementara penyisiran dari darat dilakukan dengan menyusuri garis pantai ke arah timur hingga kurang lebih 2,5 kilometer.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, menyebut operasi melalui jalur laut dilakukan mulai sore hingga menjelang malam.
“Pada pukul 18.10 WITA, rubber boat mengarah ke utara,” ujar Kadek Donny.
Sekitar pukul 18.40 WITA, pencarian menggunakan rubber boat dihentikan dan tim melanjutkan penyisiran dari darat. Pencarian dilakukan dengan memperluas arah penyisiran ke wilayah timur dan barat dari lokasi kejadian.
“Kami melakukan penyisiran pesisir ke arah timur dan barat untuk memperluas area pencarian,” katanya.
Menurut Kadek Donny, kondisi alam menjadi salah satu faktor penting yang diperhatikan dalam pelaksanaan operasi. Selain arah arus, tim juga mempertimbangkan cuaca dan tingkat keamanan ketika menentukan metode pencarian.
“Operasi akan terus kami lanjutkan sesuai rencana pencarian. Jika korban belum ditemukan, pencarian dapat dilakukan selama tujuh hari dengan tetap mempertimbangkan cuaca, arus dan kondisi keselamatan tim di lapangan,” jelasnya.
Pencarian hari pertama berlangsung sampai pukul 21.30 WITA. Kendati telah dilakukan penyisiran melalui dua jalur, korban belum berhasil ditemukan. Operasi pencarian akan dilanjutkan pada Jumat pagi.
Sejumlah pihak turut mendukung pencarian, yakni Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Pol Airud Polda Bali, Pol Airud Polres Buleleng, Polsek Gerokgak, Bhabinkamtibmas Gerokgak, Babinsa Gerokgak, TNI AL Celukan Bawang, Camat Gerokgak bersama perangkat desa, PT Cendana Mutiara, Satpol PP Gerokgak dan keluarga korban.
Tim SAR gabungan memastikan pencarian akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan di lapangan. Area penyisiran dapat disesuaikan dengan hasil pencarian sebelumnya maupun perubahan arah arus.
“Kami akan terus berupaya melakukan pencarian dan mengoptimalkan seluruh unsur yang ada. Evaluasi akan dilakukan setiap perkembangan operasi,” tegas Kadek Donny.