Penataan pedestrian diharapkan memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus membuka ruang tumbuhnya UMKM dan sektor pariwisata lokal.
SINGARAJA, PELANGIDEWATA – Rampungnya pembangunan pedestrian Pantai Lovina menjadi optimisme baru bagi Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam meningkatkan kualitas destinasi wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hal itu ditegaskan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra usai mengikuti upacara pecaruan dan melaspas kawasan pedestrian Pantai Lovina, Rabu (23/7).
Prosesi adat tersebut dihadiri Bupati bersama Ny. Wardhany Sutjidra, Wakil Bupati Gede Supriatna bersama Ny. Hermawati Supriatna, Forkopimda, dan pimpinan perangkat daerah sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan sekaligus memohon keselamatan dan keberkahan sebelum kawasan dimanfaatkan secara penuh.
Menurut Bupati, penataan kawasan Lovina merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan destinasi wisata yang lebih nyaman, aman, dan menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Upacara ini menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya Bali agar seluruh fasilitas yang telah dibangun memiliki energi positif, memberi manfaat, dan dapat digunakan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Bupati mengatakan, pedestrian yang kini tampil lebih tertata diharapkan menjadi magnet baru menjelang pelaksanaan Lovina Festival 2026. Ia optimistis festival tersebut akan mendatangkan ribuan wisatawan yang memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, peluang tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha lokal, mulai dari UMKM, pedagang, penyedia jasa wisata, hingga sektor perhotelan dan kuliner.
“Kalau pengunjung semakin banyak, tentu kesempatan meningkatkan pendapatan juga semakin besar. Karena itu masyarakat harus siap memberikan pelayanan terbaik dan memanfaatkan peluang ekonomi yang ada,” katanya.
Sutjidra juga mengungkapkan bahwa perubahan wajah Pantai Lovina mulai mendapat respons positif dari wisatawan asing. Bahkan beberapa wisatawan memilih memperpanjang masa liburan mereka setelah menikmati suasana kawasan yang kini lebih nyaman.
Fenomena tersebut, menurutnya, menjadi indikator bahwa penataan kawasan memberikan dampak nyata terhadap minat kunjungan wisatawan. Karena itu, keberhasilan pembangunan fisik harus diiringi dengan komitmen seluruh pihak menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban lingkungan.
“Kalau kawasan ini terus kita jaga bersama, wisatawan akan datang kembali. Dampaknya bukan hanya bagi sektor pariwisata, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Lovina secara keseluruhan,” jelasnya.
Bupati menambahkan, pemerintah telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan desa adat agar penataan kawasan Lovina benar-benar menjadi momentum kebangkitan ekonomi masyarakat. Sinergi seluruh elemen dinilai menjadi kunci agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Melalui kesiapan infrastruktur baru dan dukungan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Buleleng optimistis Lovina Festival 2026 akan menjadi ajang promosi pariwisata yang semakin memperkuat posisi Lovina sebagai salah satu destinasi unggulan di Bali Utara sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.