Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, melakukan peninjauan langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala pada Selasa (21/4)
SINGARAJA, PELANGIDEWATA, – Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, melakukan peninjauan langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala pada Selasa (21/4). Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti kondisi TPA yang kini telah mengalami kelebihan kapasitas akibat meningkatnya volume sampah harian. Ia juga mengimbau masyarakat Buleleng agar mulai melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
Saat berada di lokasi, Supriatna meninjau proses pengelolaan sampah sekaligus melihat kondisi lapangan yang menunjukkan tingginya beban terhadap daya tampung TPA. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah saat ini menjadi isu penting yang memerlukan penanganan serius dan terpadu.
“TPA Bengkala memiliki luas kurang lebih 7,8 hektar dan sebagian besar menampung sampah dari kawasan perkotaan, mengingat banyak desa telah memiliki TPS3R. Dari total sekitar 400 meter kubik sampah yang masuk setiap hari, hanya sekitar 12 persen yang bisa dikelola. Tanpa pemilahan dari sumber, volume sampah akan terus meningkat,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sistem pengelolaan sampah di TPA Bengkala sedang mengalami perubahan. Metode open dumping yang sebelumnya digunakan kini tidak lagi diperbolehkan oleh pemerintah pusat. Sebagai langkah peralihan, pengelolaan diarahkan menggunakan sistem controlled landfill untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan.
“Saat ini kita mulai menerapkan sistem controlled landfill di TPA Bengkala. Karena itu, kami mengharapkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah,” ujarnya.
Guna mengurangi beban TPA, Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menerapkan kebijakan pemilahan sampah berbasis rumah tangga. Jadwal pengangkutan pun dibedakan, yaitu sampah organik diangkut pada tanggal ganjil dan sampah anorganik pada tanggal genap. Partisipasi masyarakat menjadi faktor utama dalam keberhasilan kebijakan ini, terutama dalam memilah sampah dari sumbernya.
“Tanpa pemilahan dari awal, sampah akan terus menumpuk. Kami kembali mengajak seluruh masyarakat Buleleng untuk berperan aktif memilah sampah dari rumah. Kami sangat mengharapkan dukungan dan kerja sama semua pihak,” tegas Supriatna.
Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan pengelolaan sampah di Kabupaten Buleleng dapat berjalan lebih efektif, sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.