Bersaing selama tiga hari di Denpasar, atlet-atlet pelajar Dancesport Buleleng mengumpulkan 4 emas, 8 perak, dan 10 perunggu. Hasil ini menjadi bukti keberhasilan pembinaan sekaligus motivasi untuk memperkuat regenerasi atlet ke depan.
SINGARAJA, PELANGIDEWATA – Cabang olahraga Dancesport kembali memberikan kontribusi prestasi bagi Kabupaten Buleleng dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2026. Melalui penampilan para atlet pelajar yang tampil maksimal, kontingen Dancesport Buleleng berhasil membawa pulang total 22 medali yang terdiri atas 4 medali emas, 8 medali perak, dan 10 medali perunggu.
Perolehan tersebut diraih dalam kompetisi Dancesport Porjar Bali 2026 yang digelar pada 6–8 Juni 2026 di Aula SMKN 1 Denpasar. Selama tiga hari pelaksanaan, para atlet pelajar terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Bali bersaing memperebutkan prestasi. Dalam persaingan tersebut, Dancesport Buleleng mampu menunjukkan kualitas dan konsistensi penampilan di berbagai nomor pertandingan.
Koordinator Dancesport Buleleng, Desak Ketut Arini, saat ditemui pada Senin (8/6), menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah berjuang dengan penuh semangat selama kejuaraan berlangsung. Ia menilai hasil yang diraih merupakan buah dari latihan yang berkelanjutan, kedisiplinan, dan kerja keras seluruh tim selama masa persiapan.
“Tetap semangat untuk menghadapi kejuaraan selanjutnya, terus berproses dan jangan menyerah. Kami juga memohon maaf karena tahun ini belum bisa memberikan hasil yang lebih maksimal untuk Buleleng,” ujarnya.
Arini menjelaskan bahwa tingkat persaingan pada Porjar Bali tahun ini semakin tinggi dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar menjadi dua daerah yang memberikan tantangan cukup berat bagi Buleleng. Badung dinilai memiliki banyak atlet pelajar potensial yang tampil stabil di berbagai kategori, sedangkan Gianyar menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan.
“Sekarang persaingan semakin ketat. Badung memiliki banyak atlet pelajar yang bagus, sedangkan Gianyar menunjukkan peningkatan yang sangat baik dari tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet,” jelasnya.
Meski menghadapi persaingan yang semakin kompetitif, Arini menegaskan bahwa capaian 22 medali menjadi indikator positif atas potensi yang dimiliki atlet-atlet Dancesport Buleleng untuk berkembang lebih jauh.
“Raihan ini menunjukkan bahwa atlet-atlet Dancesport Buleleng memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang selama ini berperan dalam proses pembinaan atlet, mulai dari pelatih, official, orang tua, hingga masyarakat yang terus memberikan motivasi.
“Dukungan dari orang tua, pelatih, official, dan semua pihak sangat berarti bagi perkembangan atlet-atlet kami,” imbuhnya.
Selain melakukan evaluasi terhadap hasil yang telah dicapai, Arini menilai upaya regenerasi atlet harus menjadi perhatian bersama. Ia menyebutkan perlunya sosialisasi yang lebih intensif ke sekolah-sekolah guna menjaring bibit-bibit baru, terutama atlet putra yang jumlahnya saat ini masih terbatas.
“Ke depan kami perlu lebih gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk mencari atlet baru, terutama atlet putra. Saat ini jumlah atlet putra di cabang Dancesport masih sangat minim, sehingga pembinaan dan penjaringan harus terus dilakukan agar regenerasi berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Arini berharap prestasi yang diraih pada Porjar Bali 2026 dapat menjadi penyemangat bagi generasi atlet berikutnya untuk terus mengasah kemampuan dan berani tampil dalam berbagai kompetisi.
“Kami berharap prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi atlet-atlet yang lebih muda untuk terus berlatih dan berani berkompetisi. Pembinaan harus terus berjalan sehingga ke depan Buleleng dapat meraih hasil yang lebih baik lagi dan mampu bersaing tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga nasional,” tandasnya.
Empat medali emas Dancesport Buleleng dipersembahkan oleh Made Balina Gita Jayantari (SD), pasangan I Gede Ananda Kiran Aprilio dan Ni Kadek Ranindya Maheswari Wijaya (SMP), Anastasya Andhita Limantara (SMP), serta Felisya Defiana Kartika (SMA).
Sementara itu, delapan medali perak diraih oleh Made Balina Gita Jayantari (SD), pasangan Kadek Dymas Arfanda dan Ni Kadek Gita Ganeshita (SD), pasangan Anastasya Andhita Limantara dan I Gusti Ayu Harry Vidya Cesya Wardani (SMP) yang menyumbangkan dua medali perak, Luh Putu Dinda Saraswati (SMA), Putu Surya Ardana (SMA), pasangan Luh Putu Dinda Saraswati dan Made Sasmitha Giantara (SMA), serta pasangan Putu Surya Ardana dan Carmen Milla Gross (SMA).
Adapun 10 medali perunggu berhasil diraih oleh Ni Kadek Gita Ganeshita (SD), pasangan Putu Dian Ayu Suryantini dan Komang Jenny Bellvania Putri Kirana (SD), pasangan Ni Nyoman Winda Tri Kurniawati dan Desak Komang Lakshmi Julianindya (SD), pasangan I Kadek Ari Widyantara Parta dan Komang Andini Mikayla Putri (SD), pasangan Kadek Aiswarya Prema Jyoti dan Ni Putu Naila Efia Ariesta (SMP), Putu Dymas Saraswati (SMP) yang menyumbang dua medali perunggu, serta Made Nadya Pradani Iswari (SMP).