Bupati Sutjidra Apresiasi Partisipasi Masyarakat, Penamaan Kawasan Perkuat Identitas Sejarah dan Pusat Pemerintahan Buleleng
SINGARAJA, PELANGIDEWATA – Pemerintah Kabupaten Buleleng resmi menetapkan “Praja Mandala Singa Ambara Raja” sebagai nama baru Kawasan Titik Nol Singaraja setelah melalui proses sayembara yang diikuti masyarakat. Penamaan tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas kawasan sekaligus merepresentasikan sejarah, budaya, dan fungsi kawasan sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Buleleng.
Nama “Praja Mandala Singa Ambara Raja” merupakan usulan Kadek Dika Wirawan, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja. Usulan itu dikirimkan melalui Google Form pada 11 Juli 2026 dan akhirnya dipilih sebagai nama terbaik setelah melewati proses penilaian dan pembahasan bersama berbagai pihak.
Dalam konsep yang diajukan, istilah “Praja” dimaknai sebagai pemerintahan, sedangkan “Mandala” berarti kawasan. Sementara itu, “Singa Ambara Raja” tetap dipertahankan sebagai simbol yang telah melekat kuat dalam sejarah dan menjadi identitas Kota Singaraja. Dengan demikian, nama tersebut memiliki makna sebagai kawasan pemerintahan yang mengusung maskot legendaris Singa Ambara Raja.
Usai mengikuti Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Buleleng, Rabu (29/7), Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyampaikan apresiasi kepada pemenang sekaligus seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi memberikan ide kreatif dalam sayembara tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kadek Dika Wirawan atas gagasan yang sangat baik. Antusiasme masyarakat dalam sayembara ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sejarah dan identitas daerah masih sangat tinggi. Ini menjadi modal penting untuk bersama-sama membangun kebanggaan terhadap Buleleng,” ujar Bupati Sutjidra.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa proses penetapan nama tidak hanya berdasarkan hasil sayembara, tetapi juga melalui pembahasan bersama Dinas Kebudayaan serta sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh Puri agar nama yang dipilih memiliki nilai historis dan filosofis yang kuat.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting agar penamaan kawasan mampu diterima masyarakat sekaligus menjadi identitas yang berkelanjutan bagi Kota Singaraja.
“Pemberian nama ini bukan sekadar mengganti identitas kawasan, tetapi juga menjadi upaya menjaga warisan sejarah dan budaya yang dimiliki Buleleng sehingga dapat dikenal oleh generasi sekarang maupun yang akan datang,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Buleleng selanjutnya akan menyiapkan proses peresmian nama kawasan tersebut, termasuk pemasangan identitas kawasan sesuai ketentuan tata ruang. Sementara itu, penghargaan kepada pemenang sayembara dijadwalkan diserahkan pada rangkaian Buleleng Festival sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi masyarakat dalam pembangunan identitas daerah.